Pekerjaan Jurusan IT Ini Pernah Ditekuni Bos Besar E-Commerce Indonesia

Jurusan IT Ini Pernah Ditekuni Bos Besar E-Commerce Indonesia
Siapa pun pasti akan senang kala masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Apalagi jika setelah lulus dari bangku SMA menuju ke dunia perkuliahan. Pilihan jurusan yang ada dari berbagai universitas pun banyak tersedia, salah satunya jurusan Teknik Informatika (IT). Jurusan ini sedang menjadi favorit, mengingat kemajuan bidang teknologi di era serba digital ini semakin maju. Jika berbicara soal Pekerjaan Jurusan IT, terdapat beberapa pekerjaan yang bisa kamu coba setelah lulus dari jurusan IT.

Tapi, tahukah kamu, para bos besar e-commerce di Indonesia juga banyak yang merupakan alumni dari jurusan IT? Mereka pun memiliki pengalaman kerja yang hampir mirip, sebelum akhirnya masuk ke industri e-commerce sebagai petinggi. Simak infonya berikut ini!

1. William Tanuwijaya, CEO & Co-Founder Tokopedia 


Nama William Tanuwijaya kini sudah banyak diperbincangkan di industri e-commerce. Dia merupakan pendiri Tokopedia, e-commerce Indonesia yang sudah bergelar unicorn alias perusahaan startup yang memiliki valuasi nilai hingga US$ 1 miliar. Di bangku kuliah, William mengambil jurusan Teknologi Informasi di Universitas Bina Nusantara Jakarta, angkatan 1999. Setelah lulus pada tahun 2003, pria yang lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, itu bekerja di berbagai perusahaan.

Baca Juga: 5 Teknologi Berbahaya

Sebelum menjadi CEO, William menjadi staf Game Developer di PT Boleh Net Indonesia tahun 2003 tepat setelah lulus S1 IT. Posisi Game Developer tugasnya mencakup pembuatan audio yang tepat, desain grafis dari sebuah game, produksi aplikasi, serta seni visualnya. Pekerjaan pertamanya ini hanya dijalani kurang dari setahun. Kemudian William menjadi Software Developer yang bertugas menciptakan software yang akan dipakai untuk menjalankan sebuah sistem. Umumnya, dua pekerjaan ini bergaji Rp 6,5 juta hingga Rp 9 juta.

Di tahun 2009, William dengan beberapa pengalamannya itu akhirnya menduduki jabatan Manajer IT dan Pengembangan Bisnis di PT Indocom Mediatama (tahun 2006-2008). Setahun kemudian, baru lah William mendirikan Tokopedia dengan misi untuk ikut serta dalam pemerataan ekonomi secara digital. From zero to hero!

2. Ahmad Zaky, CEO Bukalapak


Selain William, ada pula nama Ahmad Zaky yang merupakan CEO Bukalapak. Zaky ternyata lulusan Teknik Informatika di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelumnya, Zaky pernah menjuarai Olimpiade Sains Nasional kala dirinya mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Solo.

Meskipun sudah sangat berambisi untuk menjadi pengusaha yang independen, Zaky ternyata juga berpengalaman bekerja sebagai Software Developer yang membangun sistem IT banyak perusahaan besar. Namun, karena dirinya merasa ingin membuat sesuatu yang lebih bermanfaat bagi banyak orang, maka dia merintis Bukalapak.com pada tahun 2010.

Keahliannya dalam bidang IT membuat Zaky sukses mengembangkan Bukalapak. Tak hanya itu, sang istri juga dibantu oleh Zaky mendirikan e-commerce yang fokus pada penjualan barang fashion wanita berhijab bernama HijUp yang kini sama terkenalnya di masyarakat.

Baca juga: Ini dia cara memulihkan akun instagram yang terkena hack

Ferry Unardi,  CEO & Co-Founder Traveloka
Beda lagi halnya dengan pengalaman seorang Ferry Unardi. Ferry adalah pria Indonesia yang lahir di Padang pada 1988. Dia merupakan pendiri Traveloka, startup di bidang reservasi dan pembandingan tiket. Dia menempuh pendidikan S1 jurusan Computer Science and Engineering di Purdue University, Amerika Serikat. Setelah lulus, Ferry bekerja di perusahaan ternama dunia, Microsoft (Amerika Serikat), sebagai Software Engineer.

Untuk kamu yang belum tahu, tugas seorang Software Engineer adalah melakukan aktivitas engineering (analisa, rekayasa, spesifikasi, implementasi, dan validasi) untuk menghasilkan produk berupa perangkat lunak yang digunakan untuk memecahkan masalah pada berbagai bidang.

Ferry terus memikirkan kelanjutan karirnya sebagai karyawan. Sampai akhirnya setelah tiga tahun bekerja, Ferry mengundurkan diri dari Microsoft. Dia pun terinspirasi untuk membuat startup yang mengakomodasi bidang travel dan penerbangan. Pilihan ini juga didasarkan pada pengalaman pribadi Ferry yang kerap kesulitan membandingkan harga penerbangan Indonesia ke AS. Hingga akhirnya Traveloka didirikan pada tahun 2012 dengan jumlah karyawan awal hanya delapan orang saja.

Itu lah cerita pengalaman karir para petinggi e-commerce di Indonesia yang ternyata merupakan alumnus jurusan IT. Jika kamu ingin tahu pekerjaan jurusan IT lainnya, silahkan klik link berikut ini:
https://www.cekaja.com/info/kuliah-jurusan-it-ini-5-pekerjaan-yang-bisa-didapat/

Related Posts

Subscribe Our Newsletter